Nasehat untuk para suami dan istri

WAHAI SUAMI …….

*Taati dan cintailah Allah S.W.T dan Rasul-Nya.

*Ketahuilah bahwa kamu mendirikan rumah tangga adalah untuk mendapatkan keridhoan Allah S.W.T dan bukan untuk melepaskan nafsu semata-mata.

*Nasihatilah isterimu dengan cara yang baik.

*Layanilah isterimu dengan cara yang baik karena sebaik-baik orang diantaramu adalah orang yang paling lemah lembut terhadap isterinya.

*Hiasilah dirimu untuk isterimu sebagaimana kamu suka dia menghiasi dirinya untukmu.

*Jagalah perasaan isterimu dan janganlah memuji wanita lain di hadapannya dan janganlah mengumpatnya di hadapan orang lain.

*Bertimbang rasalah kamu dan jangan menuntut sesuatu yang di luar kemampuan isterimu.

*Ketahuilah bahwa Rasulullah S.A.W tidak pernah memukul isteri-isterinya. Jika kamu terpaksa, elakkanlah dari pukulan yang menyakitkan.

*Janganlah kamu terlalu menurut kemauan isterimu karena ini akan merusakkan akhlaqnya dan menjatuhkan kewibawaanmu.

*Bersabarlah atas kelemahan isterimu karena mungkin kamu membenci sesuatu yang Allah menjadikan kebaikan yang banyak kepadanya.

 WAHAI ISTERI….

*Taati dan cintailah Allah S.W.T dan Rasul-Nya.

*Utamakanlah hak suamimu lebih daripada hak-hak yang lain melainkan hak-hak Allah S.W.T dan Rasul-Nya.

*Senantiasalah bersikap malu dan taat kepada suamimu serta berilah perhatian ketika ia berbicara di samping menghormatinya.

*Berpuas hatilah dengan apa saja rezki yang telah diperoleh oleh suamimu dari Allah S.W.T.

*Muliakanlah anggota keluarga suamimu dan saudara maranya.

*Tumpukanlah perhatian kepada kewajiban dan urusan dalam rumahtanggamu.

*Jagalah perasaan dan maruah suamimu.

*Hiasilah dirimu untuk suamimu saja.

*Janganlah merasa bangga kepada suamimu lantaran harta, kecantikan dan keturunanmu.

*Janganlah keluar dari rumahmu melainkan dengan izin suamimu.

AKAL SETIPIS RAMBUTNYA

       Jangankan lelaki biasa,  Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa olehNya. Didiklah mereka dengan panduan dariNya.

JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA,

NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR.

JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN,

NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA.

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah.  Kenalkan mereka  kepada Allah,  Dzat yang kekal, disitulah kuncinya.

AKAL SETIPIS RAMBUTNYA,  TEBALKAN DENGAN ILMU.

HATI SERAPUH KACA,  KUATKAN DENGAN IMAN.

PERASAAN SELEMBUT SUTERA,  HIASILAH DENGAN AKHLAK.

       Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan  keadilan Tuhan. Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator.

       Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan.  Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan,  karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan,  jutawan dan ” wan-wan” lain.  Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

       Wanita yang lupa hakikat kejadiannya,  pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,  bahkan mereka pula membengkokkan.

LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN

DARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI.

SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI

       Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan.  Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan sekretaris,  bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri. Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara.  Bila tulang rusuk patah,  rusaklah jantung,  hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan. Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADANYA. Jinakkan diri dengan Allah, niscaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

 JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI FATIMAH AZ ZAHRA,

KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI ALI BIN ABI THALIB

edi sk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s