Hikmah dari “Sebarkanlah Salam Diantara Kalian”

image

Berkata dengan ucapan “assalammualaikum”, warga Indonesia berhasil lolos dari penyanderaan kelompok bersenjata di kompleks tambang dan kilang gas Kota Inamenas Tigaritourine Illizi, Aljazair, pada Rabu (16/1) lalu. WNI bernama Andri Ansari itu adalah warga kawasan Pasar Baru, Balikpapan, Kaltim.

“Mereka kaget waktu diberi salam assalammualaikum. Benar-benar mukjizat,” kata Andri Ansari pada istrinya, Dian Ekasari, Minggu (20/1) malam.

Diceritakan Dian, saat penyerbuan berlangsung Rabu pagi waktu Aljazair, suaminya berhasil bersembunyi di dalam mobil. Karena tak terdengar lagi letusan senjata lagi setelah sekitar 2,5 jam pascapenyerbuan, Andri kemudian keluar dari tempat persembunyiannya.

Pria yang sempat mengenyam pendidikan di SMA 1 Balikpapan ini lantas mendatangi seorang pria berseragam, karena dikiranya tentara Aljazair yang berhasil melumpuhkan para penyerbu. “Nah waktu ketemu tentara itu, Mas Andri beri salam. Tentara itu sempat kaget,” cerita Dian lagi.Tak disangka, pria berseragam itu ternyata juga anggota kelompok bersenjata yang menyerbu kilang. Dengan pasrah, Andri yang akrab dipanggil Aan itupun akhirnya dikumpulkan dengan puluhan tawanan lain dalam sebuah ruangan.

Rabu siang, paspor para tawanan mulai diperiksa. Menurut Dian, penyandera yang memeriksa paspor Aan terkaget-kaget begitu tahu salah seorang pegawai British Petroleum (BP) yang disandera itu berasal dari Indonesia.

“Dikira suami saya itu orang Filipina,” kata Dian. “Dia saudara jangan disandera,” sambung Dian, menirukan perkataan sang penyandera yang sempat didengar Aan.

Aan yang telah menikahi Pria yang sudah menikahinya selama 13 tahun itu kemudian dipisahkan dari pegawai BP lain. Engineering BP ini lantas disatukan dengan pegawai lokal asli Aljazair dan kemudian dilepaskan setelah perangkat handphone dan paspornya dikembalikan penyandera.

Bagi Aan ini sebuah mukjizat. Sebabnya, warga muslim yang ditawan bukan dia seorang. Selain warga asli, ada juga pegawai BP berkewarganegaraan Pakistan. Entah kenapa mereka justru tetap disandera.[rn/sn]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s