Kumur-kumur Setelah Minum Susu

http://boercham.files.wordpress.com/2012/10/wudhu3.gif

Syaikh Abu Abdillah Al-Maqdisi menyebutkan bahwasannya disunnahkan berkumur sesudah minum susu. Ini dinyatakan di dalam kitab Ar-Ri’ayah. Karena Nabi ﷺ pernah berkumur dengan air sesudah minum susu. Beliau pernah bersabda, “Susu itu mengandung lemak.” Dan beliau pernah meminum susu yang dicampur dengan air. Keterangan ini tercantum di dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Sebagian ulama lain yang bersahabat dengan Syaikh Al-Maqdisi menyebutkan seperti yang disebutkan oleh sebagian tabib (dokter), bahwa terlalu banyak minum susu dapat merusak gigi dan gusi. Oleh karena itu sebaiknya berkumur dengan air sesudah minum susu. Kemudian ia menyebutkan hadits yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ pernah berkumur (sesudah minum susu) dan bersabda, “Susu itu mengandung lemak.”

Kalangan dokter klasik, diberitakan juga oleh syaikh Al-Maqdisi merekomendasikan sesudah minum susu sebaiknya berkumur dengan madu untuk melindungi gusi dari kerusakan. Dan sangat beralasan bila dianjurkan berkumur sesudah mengkonsumsi sesuatu yang berlemak, karena Nabi ﷺ menjadikan lemak itu sebagai alasan berkumur.

Sedangkan berkumur sesudah mengkonsumsi sesuatu yang tidak berlemak perlu dikaji lebih dalam. Namun hadits tersebut secara eksplisit menunjukkan bahwa hal itu tidak dianjurkan. Sahal bin Sa’ad meriwayatkan hadits marfu’ yang menyatakan, “Berkumurlah kamu sesudah minum susu, karena susu itu mengandung lemak.”

Sedangkan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan hadits marfu’ yang menyatakan, “Jika kamu minum susu, maka berkumurlah, karena susu itu mengandung lemak.”

Abu Zakariya An-Nawawi Rahimahullah menyatakan, “Para ulama mengatakan bahwa berkumur (juga) dianjurkan sesudah mengkonsumsi selain susu, baik makanan maupun minuman. Tujuannya agar tidak ada sisa-sisa yang bisa tertelan pada waktu solat. Juga untuk menghilangkan lendir-lendir dan lemaknya, serta membersihkan mulutnya.” Begitu katanya.

Namun Nabi ﷺ pernah makan daging dan lain-lain kemudian shalat tanpa berkumur terlebih dahulu. Sementara Syaikh Ibnu Qayyim mengatakan bahwasannya Unta mengandung energi yang kurang baik, oleh sebab itu Rasulullah ﷺ menyuruh kita berwudhu setelah memakan daging unta dalam dua hadits shahih, tidak ada hadits yang bertentangan dengan kedua hadits itu.

Ibnu Qayyim juga menyebutkan bahwasannya Rasulullah ﷺ membedakan antara daging unta dengan daging kambing. Bila memakan daging kambing, boleh berwudhu, boleh juga tidak, silahkan pilih.[tb]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s