Laksamana Cheng Ho : The Real Master of Commander

Lebih hebat daripada Columbus. Bikin panduan dan jalan sendiri dalam melakukan perjalanan dunianya. Ia juga yang menemukan benua Amrik.

SELAMA ini, kita sering banget dicekokin sejarah yang nggak jelas juntrungannya. Nggak jelas sanad-sanadnya. Salah satunya, misalnya, sejarah bilang kalo Amrik ditemuin ama Christoper Columbus. Padahal faktanya neh, Columbus menemukan benua bangsa kulit merah Indian itu 70 taon setelah Laksamana Cheng Ho melakukannya. Masalahnya siapa gerangan Cheng Ho en apa bukti kalo ia udah pernah melakukan ekspedisi nemuin benua Amrik?

Cheng Ho (1373-1435) berasal dari Cina. Ia adalah navigator terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa bermata sipit itu. Namun yang paling penting neh, Cheng Ho adalah seorang muslim. Prestasinya nggak main-main. Koleksi kapalnya berjumlah 1622 biji, en paling nggak ia memiliki 7 buah kapal supergede—kayak kapal Titanic lah gitu. Bahkan, kapal yang dibawa oleh Cheng Ho lebih besar enam kali daripada yang dibawa oleh Columbus. Ia telah berlayar mengarungi lebih dari 50.000 km, mengunjungi 30 negara dan menjejakkan kaki di Somalia (Afrika) dan Eropa.

Cheng Ho sering banget merekonstruksi kapal yang terbuat dari kayu. Beberapa di antaranya masih ada sampe hari ini, dan di simpan di Nanjing. Dalam setiap tur-nya Cheng Ho sekurangnya membawa 27.800 orang dengan menggunakan  300 kapal. Dari jumlah itu, 62 buah merupakan kapal-kapal besar yang selalu berada di depan. Wuih, kebayang ya keren? Russel Crowe dalam film Master of Commander; Far Side of The World mah lewat banget dah.

Ha, apa dong yang ngebuktiin kalo Cheng Ho udah melakukan semua perjalanan itu? Simpel banget. Di setiap tempat yang udah disinggahinya, Cheng Ho nggak pernah lupa bikin memorabilia yang menyebutkan kalo Cheng Ho en komrad-komradnya were here. Tercatat Kepulauan Fuji, Jepang, Jawa, Sumatera, Vietnam, Siam, Kamboja, Seylon, Bangladesh, India, Yaman, Saudi, Somalia en Mogadishu. Di Surabaya bahkan ada sebuah patung Laksmana Chheng Ho lengkap dengan seragam admiral lautnya. Bukti lain dari perjalan Cheng Ho adalah di Kenya, Afrika ada beberapa suku yang mirip sekali dengan orang Cina. Mereka diduga kuat sebagai keturunan awak kapal Cheng Ho.

Cheng Ho dilahirkan di Kunyang, sebuah kota di provinsi Yunnan pada  1371. Salah satu famili Cheng Ho bernama Ma berasal dari kaum minoritas yang dikenal sebagai bangsa Semur. Bangsa ini berasal dari Asia Tengah dan memeluk agama Islam. Kakek dan nenek Cheng Ho adalah hai dan dari mereka berdua inilah, Cheng Ho banyak mengenal tentang Islam.

Umur 7 tahun, Cheng Ho kecil udah jadi pengawal pangeran kerajaan Cina. Asal tau aja, Pangeran yang bernama Yong Le ini di kemudian hari membangun Tembok ebsar Cina yagn sampe hari ini masih berdiri kokoh. Beranjak dewasa, Cheng Ho dipercaya sama pangeran Yong Le buat jadi hakim. Karir marinir Cheng Ho sendiri dimulai tahun 1405. Sedangkan Pelabuhan Champa menjadi tempat pertama yang dinavigasi oleh Cheng Ho.

Dalam ekspedisinya Cheng Ho menggunakan bintang Starry Night sebagai arah penunjuk jalan. Bintang ini muncul pada 18 Maret 1421 dan dipadukan dengan peta yang dibuat oleh Cheng Ho sendiri. Tercatat selama hidupnya Cehng Ho melakukan perjalanan sebanyak 7 kali. Perjalanan terakhirnya adalah tahun 1433, ketika ia berumur 62 tahun. Old man banget yak?

Cheng Ho meninggal di tahun kesepuluh pada masa Kaisar Xueande (1435). Ia dikuburkan di Bull’Head Hill (Niushou) di Nanjin. Pada tahun 1985, buat mengenang 580tahun perjalanan Cheng Ho, kuburannya dipindahkan ke Nanking dan dibangun sesuai dengan syariat Islam. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap Cheng yang seorang muslim.

Di Barat en Amrik, eksistensi Cheng Ho jelas disembunyi-sembunyiin. Pasalnya, mereka nggak mau ilmuwan atau tokoh Islam dikenal di dunia. Pada 15 Maret 2002, seorang insinyur kelautan dan ahli seajrah asal Inggris, Gavin Menzies membeberkan perjalanan Cheng Ho ini di depan Royal Geographical Society di London. Dengan segala bukti dan runutan yang oke punya, presentasi Menzies jelas mencengangkan dunia. Maklum, selama ini emang, tokoh-tokoh Islam selalu ditutup-tutupi. Mereka—Barat—nggak pernah ridho kalo Islam lebih wah daripada apa yang mereka punya[rip]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s