Misi Kristenisasi Madrasah Ibtidaiyah Terungkap

misi kristenisasi di indonesia kepada anak sd dan mi Misi Kristenisasi Madrasah Ibtidaiyah TerungkapFakta mengejutkan ditemukan MPU Aceh Barat di Kecamatan Woyla. Pelakunya sekelompok guru dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan kegiatan masyarakat. Guru-guru itu diyakini memasukkan misi pendangkalan akidah saat mengajar Bahasa Inggris dan komputer untuk anak-anak yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Bukti pendangkalan akidah tersebut sudah kita kantongi dan pelajari. Rata-rata bukti yang kita temukan mengarah pada pendangkalan akidah dan sangat membahayakan,” kata Ketua MPU Aceh Barat Tgk H Abdul Rani Adian, di Meulaboh.

Guru yang diyakini melakukan misi pendangkalan akidah itu merupakan anggota LSM beragama non-muslim. Praktiknya, antara lain meminta anak didik menggambarkan simbol dan lambang agama tertentu. Berdasarkan pengakuan murid yang menyebutkan mereka disuruh menggambar tiang bendera layaknya simbol agama nasrani.

Yang lebih mengejutkan lagi, murid dilarang membaca Bismillah ketika akan makan, dan tak boleh mempelajari (membaca) pelajaran terkait Alquran dan hadits.

Bukti lain yang kini sedang dipelajari pihak MPU Aceh Barat, menurut Tgk Abdul Rani adalah meneliti buku PR murid yang menuliskan bentuk pendangkalan akidah yang meyakini bahwa ada sebuah agama lain yang diajarkan kepada anak didik di luar Islam.

Ketika berlangsung pelajaran Bahasa Inggris, berlangsung secara tertutup. Rata-rata simbol dan nyanyian yang diajarkan juga dalam Bahasa Inggris. Ketika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, mengarah pada puji-pujian sesuai ajaran agama tertentu.

“Ini sangat berbahaya. Kasus ini merupakan bagian dari masih adanya misionaris di Aceh Barat yang terus melaksanakan misi mereka termasuk menyusupi anak-anak usia sekolah dasar,” pungkas Ketua MPU Aceh Barat, Tgk H Abdul Rani Adian.

Misteri Bubur dan Air Biru

Di tengah keresahan orang tua dan masyarakat terhadap dugaan misi pendangkalan akidah oleh misionaris terhadap murid SD dan MI di Kecamatan Woyla, Aceh Barat, pihak Wilayatul Hisbah (WH) terus mendalami kasus itu. Selain mengumpulkan bukti, dan fakta-fakta di lapangan, pihaknya juga menemukan makanan berupa bubur dan minuman berwarna biru yang disuguhkan untuk peserta didik saat mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

Laporan yang diterima Dan Ops WH Aceh Barat, setelah menyantap bubur, anak-anak disuguhi minuman (air) berwarna biru yang belum diketahui merk maupun bahan yang digunakan.

Seorang murid dari SD Blang Mee, Kecamatan Woyla mengaku kebanyakan tak mau minum air biru itu, apalagi menurut keterangan dari seorang murid yang sempat meminumnya, setelah meminum air tersebut merasa pusing, mual, dan seperti kebingungan.

Ada juga laporan yang menyebutkan, guru yang menyuguhkan bubur dan air biru, keesokan harinya mendatangi orang tua murid menanyakan apakah anak mereka ada mengalami gejala seperti mual, pusing atau termenung. “Inilah antara bentuk-bentuk keanehan yang kita temukan,” ujar Abdul Razak.

Dan Ops WH Aceh Barat menjelaskan, kasus yang mengarah pada pendangkalan akidah itu terungkap ketika seorang orang tua melaporkan keganjilan pada anaknya yang bersekolah di SD Woyla.

Sang ayah kaget saat mendengar anaknya bercerita tentang kehidupan dan kematian yang akan dialami oleh seluruh makhluk. Yang membuat sang ayah terperanjat ketika si anak mengakhiri ceritanya dengan mengatakan Tuhan juga akan mati.

Ketika si ayah bertanya dari mana cerita itu dia dapat, dengan lugu anaknya menjawab dari guru yang mengajar di sekolah.

LSM “Center Mulia Hati” lakukan Misi Terlarang

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat menyatakan LSM yang bernama “Center Mulia Hati” Meulaboh terbukti melakukan misi terlarang berupa pendangkalan akidah kepada murid SD dan MI serta masyarakat di Kecamatan Woyla dan Panton Reue. MPU merekomendasikan agar Pemkab Aceh Barat secepatnya menghentikan operasional LSM yang dipimpin warga negara asing tersebut.

“Berdasarkan bukti yang kami pelajari yang dikumpulkan oleh Wilayatul Hisbah (WH), semua buku dan bantuan yang diberikan oleh LSM “Center Mulia Hati” kepada murid SD dan MI serta masyarakat di Kecamatan Woyla dan Panton Reue meresahkan karena memuat materi serta misi pendangkalan akidah dan menjurus pada misionaris,” kata Ketua MPU Aceh Barat, Tgk H Abdul Rani Adian pada konferensi pers di Kantor MPU Aceh Barat, kawasan Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Senin (1/10) sore.

Menurutnya, berdasarkan bukti-bukti yang ada serta hasil pengkajian MPU, semua buku yang diberikan LSM “Center Mulia Hati” dengan tenaga pengajar yang rata-rata warga nonmuslim mengarah pada misionaris untuk mendangkalkan akidah anak-anak.

Guru LSM “Center Mulia Hati” yang mengajarkan materi Bahasa Inggris di Kecamatan Woyla dan Panton Reue, menurut MPU juga mengajarkan kepada anak didik di luar dari ajaran Islam seperti akan adanya tuhan mati, adanya beberapa tuhan serta mengajarkan nyanyian agama lain. Guru juga melarang anak didik mereka menjalankan perintah agama Islam seperti yang dianut selama ini.

“Warga di Aceh Barat juga bersiap jadi saksi terkait pendangkalan akidah yang menjurus pada misionaris tersebut, karena warga memang melihat praktik yang dilakukan secara terselubung di setiap sekolah di lokasi program yang dijalankan,” ungkap Ketua MPU Aceh Barat.

MPU Aceh Barat juga menemukan bukti buku pelajaran yang diberikan kepada anak didik dengan penerbit skala nasional yang dikeluarkan tahun 2007 juga ilegal karena tak diketahui oleh guru maupun Dinas Pendidikan Aceh Barat. Buku tersebut juga memuat simbol agama dan teka-teki yang jawabannya berisi tentang keyakinan agama lain di luar Islam.

“Supaya hal ini tidak menimbulkan masalah baru dan gejolak di masyarakat, kami minta Pemkab Aceh Barat segera menghentikan seluruh kegiatan LSM CMH tanpa kecuali. LSM CMH tak boleh lagi ada di Meulaboh atau sekitarnya,” tandas Tgk Abdul Rani.

MPU Aceh Barat juga sudah mengamankan bukti terkait misi pendangkalan akidah melalui bantuan mesin jahit yang diberikan oleh LSM CMH untuk kelompok ibu-ibu kursus menjahit di Kecamatan Panton Reue. “Berdasarkan pengkajian, simbol-simbol yang tertera pada mesin jahit itu juga termasuk misi pendangkalan akidah,” katanya.

Keberadaan LSM Centre Mulia Hati di Aceh Barat ternyata tidak masuk dalam buku direktori organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat Provinsi Aceh. Dengan kata lain, CMH tidak terdaftar secara resmi di Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, LSM ini adalah Ilegal.(kiblati/sn)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s