Berbagai Tawuran Maut Pelajar Karena Tidak Ikut Rohis

\"ikutanJakarta – Tawuran pelajar kerap terjadi di Jakarta. Tak hanya batu, senjata tajam bahkan dibawa para pelajar saat bertarung dengan pelajar lainnya. Bahkan tak jarang nyawa melayang dalam tawuran tersebut.

Penggabungan sekolah atau pemisahan lokasi sekolah yang pelajarnya kerap terlibat tawuran dimunculkan sebagai solusi. Namun benarkah usulan ini akan sanggup melenyapkan tawuran yang sangat kerap terjadi? Yang jelas, butuh solusi segera agar pelajar jauh dari kekerasan.

Nah, berikut ini beberapa tawuran maut yang melibatkan pelajar di Jakarta:

1. SMA 6 Vs SMA 70, Alawy Tewas

Keluarga tak menyangka Alawy Yusianto Putra akan pergi selamanya dalam usia semuda itu. Bahkan Alawy meregang nyawa saat masih mengenakan seragam putih-putih. Pelajar SMA 6 Jakarta berusia 15 tahun itu tewas setelah terkena bacok di dada kala tawuran pelajar SMA 6 dan SMA 70 terjadi.

Alawy merupakan siswa kelas X. Menurut saksi mata, ketika tawuran pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9), Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Melihat ada tawuran, Alawy lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.

2. SMP 269 Vs SMP 79, Aldino Tewas

Hal-hal sepele terkadang menjadi pemicu tawuran antar pelajar. Ironisnya dalam tawuran yang terjadi, nyawa pelajar melayang sia-sia.

Seperti saat tawuran SMP 79 Kemayoran dengan SMP 269 Kalibaru yang terjadi di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 12 September 2011 lalu. Peristiwa terjadi saat pulang sekolah, pelajar kedua sekolah tersebut saling ejek sehingga akhirnya terjadi perkelahian.

Para pelajar saling serang menggunakan batu. Nah saat itu Aldino (14) yang merupakan siswa SMP 79 terjatuh setelah terkena lemparan dalam perang batu. “Korban terjatuh setelah terlibat saling lempar batu. Belum sempat berhasil berdiri, kepala korban langsung dikepruk batu oleh pelajar lain,” ujar Kapolsek Metro Kemayoran, Kompol Sudanto.

Aldino kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun akhirnya meninggal.

3. SMK Satya Bhakti Vs SMA 66, Nur Arifin Tewas

27 Juli 2011 lalu, tawuran antara pelajar SMK Satya Bhakti dengan pelajar SMA 66 Kampung Melayu terjadi di Jalan DR Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Akibat tawuran tersebut, pelajar berusia 17 tahun bernama Nur Arifin tewas.

Nur Arifin tewas dengan luka tusuk di dada kanan. Dia sempat dilarikan ke RS Agung Manggarai, namun nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Nur Arifin tewas akibat kehabisan darah. Petugas Polsek Metro Tebet kemudian mengirim jenazah korban ke RSCM untuk dilakukan visum.

4. SMAN 87 Jakarta Vs SMA Kartika, Jeremy Tewas

Saling ejek kelompok pelajar dari SMAN 87 Jakarta dengan SMA Kartika itu berlanjut ke perang batu. Dalam tawuran kedua kelompok pelajar yang disebut-sebut memiliki dendam lama itu, Jeremy Hasibuan (16) yang merupakan siswa SMA Kartika tewas.

Tawuran kedua kelompok pelajar itu terjadi pada 6 Agustus 2012 lalu di Jalan Taman Barat Bintaro. Setelah tawuran berhasil dibubarkan, polisi mendapati Jeremy yang tergeletak di jalan dengan kondisi berdarah-darah.

Jeremy menjadi korban pengeroyokan lantaran terjebak dalam tawuran dan tertinggal dari teman-temannya. Kepala Jeremy luka parah karena tertancap pelat besi.

Siswa kelas 1 SMA Kartika Jakarta ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Soeyoto, Pesanggrahan. Sayang, keesokan harinya Jeremy menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari lokasi tawuran, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti sabuk berkepala gir motor dan besi pelat berbentuk ganco. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor bernopol B 6827 WET.

5. SMK 39 Vs Gabungan Pelajar Lain, A Yani Tewas

Tawuran melibatkan pelajar SMK 39 dengan pelajar gabungan sekolah lain seperti SMK Budi Utomo dan SMK Ristek Penggilingan terjadi di dekat Stasiun Klender Lama, Duren Sawit, Jakarta Timur, 30 Agustus 2012 lalu. Pelajar SMK 39, Ahmad Yani, tewas akibat terkena sabet senjata tajam.

Tawuran sempat pindah lokasi di bawah Fly Over Pondok Kopi, Cakung, Jakarta Timur. Nah, di situlah Ahmad Yani terkena senjata tajam. Sambil bersimbah darah, remaja berseragam putih abu-abu tersebut langsung dibawa ke IGD RS Islam Pondok Kopi.

Ahmad Yani mengalami luka bacok di bagian punggung, leher, dan kepala hingga luka parah. Setelah sempat mendapat di RS, Ahmad Yani meninggal.(detik)

Anak-anak Rohis yang dianggap generasi teroris sampai saat ini belum pernah terbukti ada teroris “lulusan” anak Rohis apalagi ikut tawuran pelajar. Karena itu stigma Rohis adalah generasi teroris harus dihentikan, dan suruh semua pelajar untuk ikut kegiatan Rohis. Karena sudah terbukti, anak-anak Rohis selalu berakhlak manis.[SN]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s